Laman

Senin, 03 Januari 2011

PALING DEKAT DENGAN KITA

Semua berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadist,; bahwa Allah menurunkan syareat islam dalam Al-Qur'an dan Hadis sebagai tuntunan dalam beribadah kepada Allah. Bagi sebagian orang ada yang berbenturan - sebernarnya tidak ada yang berbenturan.
Barangkali saja berbeda cara memahaminya, misalkan "orang cerdas"; menurut phsikolog orang yang mempunyai IQ 130; sedang menurut Pa' Sri mungkin bisa berbeda, orang yang cerdas adalah orang yang senantiasa berfikir/ mengingat tentang kematian (karena beda cara memahaminya).

Di dalam Al Qur’an telah diterangkan bahwa Muhammad SAW adalah contoh yang paling baik bagi umat manusia yang menghendaki perjumpaan dengan Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah ;
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan menemui Allah dan Hari Akhir dan mengingat Allah sebanyak-banyak” (QS Al Ahzab 33 : 21).
Melangkah kepada yang paling dekat dari dirinya, yaitu Yang Maha Dekat, Allah, dan jalan ini adalah yang sesuai dengan Al Quran. Di dalam Al Quran Allah menunjukkan jalannya dengan sangat sederhana dan mudah.
Mari kita perhatikan cara Tuhan menunjukkan para hamba yang mencari Tuhannya.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (QS. Al Qaaf: 16)
Ayat-ayat di atas, mengungkapkan keadaan Allah sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara sempurna. Al Quran mengungkapkan jawaban secara dimensi dan dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia sesempurnanya.

Saat pertanyaan itu terlontar, di manakah Allah ?
Maka Allah menjawab: Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada, Aku lebih dekat dari urat leher kalian. Atau di mana saja kalian menghadap di situ wujud wajah-Ku…dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu .
Di dalam Islam mengawalinya perjalanan dengan pengenalan kepada Allah terlebih dahulu, … kemudian kita diperintah langsung mendekati-Nya, karena Allah sudah sangat dekat,

Maka mulailah perjalan dengan melangkah kepada yang paling dekat dari kita terlebih dahulu (Allah) bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita.
Mungkin bagi orang lain, boleh jadi tidak sama ( ada yang suka dengan Tahlil, Tawasul, solawat, zikir bersama, Sedekah, puasa dll.) - tetapi tujuannya sama jalan pulang. Ibarat dalam perjalanan kesuatu tempat, bisa menggunakan rombongan bus, boleh pakai kendaraan sendiri. Ada yang melalui jalan yang berliku penuh duri, ada yang melalui jalan tol. Silahkan, jangan di pungkiri semua bisa sampai dan juga bisa tersesat.
Namun berdoa dan berusaha dengan sungguh-sungguh - sesuai dengan  dalil: …barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami, pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami… (QS:Al ankabut: 69 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar