foto: herkris "santai" ; lihatlah wajah-wajah
Beraneka ragam wajah manusia tak akan pernah ada yang sama persis, sekalipun kembar identik. Ingat kisah Bima yang gurunya untuk mencari air suci. Dimana yang ditemuinya justru kembaran diri pribadi wajah dan bentuknya sama cuma lebih kecil. Sesungguhnya didalam diri ini bisa ditemukan kembaran yang ada di setiap manusia adalah merupakan sejatinya diri.
Ya,,,barangsiapa mengenal diri (sejati)nya, akan mengenal Tuhannya’. Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu. Konon itu kata-kata Baginda Rasulullah SAW (walaupun masih ada banyak perdebatan mengenai siapa sebenarnya yang mengucapkan kata-kata tersebut, tapi di kalangan pejalan ruhani yang pernah mimpi bertemu dengan Baginda Rasul SAW, konon Beliau membenarkan bahwa kata-kata tersebut adalah kata-katanya).
Tapi seberapa susahnya sebenarnya mengenal diri itu? Sebegitu pentingnya kah hal itu sehingga bisa mengantarkan seseorang pada suatu pengenalan yang sungguh agung, sesuatu yang dicita-citakan oleh siapa saja yang percaya, pengenalan akan Tuhan? Bukankah yang disebut “saya” ini ya saya, ya yang ini? Tidakkah kita semua tahu dan kenal diri kita sendiri?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar