Setiap manusia butuh bahagia, adalah hak sebagai manusia sesuai dengan fitrahnya. Yang kaya maupun miskin, bodoh atau pintar mereka butuh bahagia, segala cara akan ditempuhnya dengan sekuat tenaga untuk mencapai rasa "bahagia". Bahagia yang bagaimana, yang kita ingin capai ?
Bahagia itu dibungkus dengan Ridho Allah.
Sering kita menyebut Surga Dunia dan kalau sebaliknya sering disebut Neraka Dunia.
Manusia yang dekat dengan Allah dialah yang merasakan Surga Dunia, sedang manusia yang jauh dengan Allah akan merasakan Neraka Dunia.
Segala sesuatu yang kita usahakan dengan susah payah sehingga dengan hasil mungkin tidak sesuai keinginan hatinya. Tapi dia menerima dan Ridho dengan Ketetapan Allah maka akan merasakan "Bahagia". Pasti bahagia yang tidak semu. Jika ada orang kaya merasa bahagia tapi tidak dengan Ridho allah itu hanyalah pura-pura bahagia atau merasa bahagia (semu)
Amal yang baik itu hanya yang diterima oleh Tuhan, dan itu pasti karena baik dalam segi keikhlasan kepada Allah, dan tidak mungkin ikhlas kecuali jika ia mengerti benar-benar kedudukan dirinya terhadap Tuhannya.
Abu Hamid Alghazzaly berkata: Tiap tingkat dalam kepercayaan/keyakinan itu mempunyai ilmu, dan hal (perasaan) dan amal perbuatan.
Karena Ujian itu berupa: sehat, sakit, kesukaran, kelaparan, kaya dan miskin. Untuk ujian kekuatan atau ketetapan beriman/ ber Tuhan kepada Allah sampai dimana syukurnya menerima nikmat dan bagaimana sabarnya menghadapi ujian kesukaran bala.
Allah menciptakan kalian dan apa-apa yang kalian perbuat.
Terimalah apa yang telah engkau usahakan karena kita hanya berikhtiar saja sedang hasil ditentukan oleh Allah.
sly.pand_herkris 23.09.2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar