Laman

Rabu, 29 September 2010

MADU


Seorang kawan (Ustadz Abu) memberitahukan bahwa madu sangat baik dikonsumsi sebagai obat yang mujarab, ini awal ceritanya;
Keluarga saya sudah cukup lama mengkonsumsi madu hanya untuk kesehatan saja dengan keyakinan penuh bahwa madu itu mengandung obat yang menyembuhkan bagi manusia sesuai QS An-Nahl: 69. Alhamdulillah, selama ini keluarga saya dianugrahi kesehatan oleh Allah Ta’ala.
Suatu ketika, setahunan yang lalu, ada yang nawari madu, kata si penjual ini mah madu hutan murni berkualitas tinggi yang di olah secara khusus, sehingga khasiatnya dapat langsung dirasakan seketika setelah minum tak perlu nunggu lama, maklum sales :-)
Akhirnya saya beli, menggantikan madu yang biasa saya konsumsi, termakan promosi si penjual. Memang madu ini agak lain dari yang biasa saya dulu konsumsi, misal pernah istri sakit gigi kumur-kumur dgn madu ini, alhamdulillah sembuh, kemudian anak perempuan saya jerawatan, disamping minum madu, juga dioleskan kejerawatnya, pelan tapi pasti, sembuh. Akhirnya sejak saat itu, keluarga saya klo sakit flu, pusing, sakit kepala, cukup minum madu ini, alhamdulillah, sembuh.
Sampai suatu saat, saya mendengar talk-show di radio MQFM yang membahas secara ilmiah bagaimana madu murni menyembuhkan berbagai penyakit dari perusahaan madu yang saya konsumsi ini. Disitu ada tanya jawab dan kesaksian dari orang-orang yang sakitnya sembuh karena madu ini, diantaranya yang sakit DM (Diabetes Militus)
Maka saya sampaikan khabar ini ke pada kawan sejawat, begitulah ceritanya.
Dibawah ini kajian dr. Abu Hana (Perum Manglayang Regency A-1 No.5 Desa Cimekar, Kec. Cileunyi, Bandung) tentang ‘Madu dan Penyakit Kencing Manis’, mudah-mudahan ada manfaatnya.
Madu dan Penyakit Kencing
Manis (Diabetes)
Oleh: dr. Abu Hana
[http://kaahil.wordpress.com, 22 September, 2008]
Madu sebagai minuman yang sangat berfaedah bagi kesehatan akhir-akhir ini sudah
menjamur di masyarakat. Sebagai bagian dari Thibbun Nabawi [Pengobatan ala Nabi],
minuman yang dituntunkan oleh Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam ini sungguh
ajaib dan berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit. Namun ada sedikit ganjalan,
apakah madu aman dikonsumsi oleh penderita penyakit Kencing Manis (Diabetes)?
Tidakkah madu yang rasanya “manis” justeru akan meningkatkan kadar gula darah?
Tulisan berikut ini mudah-mudahan dapat membantu anda.
Dalam The Journal of Medical Food tahun 2004, Waili NS melaporkan penelitian
tentang efek madu terhadap glukosa plasma, C-reactive protein (CRP), dan lipid darah
pada orang yang sehat, pasien diabetes, dan orang yang kelebihan lipid.
Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis terjadi karena adanya gangguan pada
pankreas yang menghasilkan insulin. Padahal insulin dibutuhkan untuk memasukkan
glukosa darah ke dalam sel. Dengan keadaan ini maka kadar glukosa darah orang
diabetes sangat tinggi.
Penelitian oleh Waili dan kawan-kawan tersebut menunjukkan beberapa hasil:
Pertama, pada orang sehat, ternyata gula biasa (dekstose) meningkatkan kadar
glukosa plasma 52% pada satu jam pertama dan 3% pada dua jam, sedangkan madu
asli meningkatkan kadar glukosa plasma 14% pada satu jam pertama dan 10% pada
dua jam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa madu hanya meningkatkan
sedikit kadar gula darah dibandingkan gula lainnya.
Kedua, gula biasa dan madu buatan juga meningkatkan kadar trigliserida,
sedangkan madu asli menurunkan trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik
(HDL).
Ketiga, madu yang dikonsumsi selama 25 hari ternyata menurunkan kolesterol total
dan kolesterol jahat (LDL), serta meningkatkan kolesterol baik(HDL).
Pada pasien diabetes, madu asli dapat menurunkan kolesterol total, LDL dan CRP.
Madu dapat dijadikan alternatif pemanis karena selain lebih baik metabolismenya,
juga dapat meningkatkan kadar insulin dibandingkan sukrosa.
Dari penelitian tersebut, terlihat bahwa madu asli dapat mengurangi kadar glukosa
darah dan mengurangi risiko penyakit jantung pada pasien diabetes sehingga
menggantikan pemanis dengan madu mentah (raw honey) memberikan banyak
keuntungan.
- 2 -
Di China, telah dipasarkan sebuah produk kombinasi pollen dan propolis Fengzhen
yang diklaim para penelitinya dapat mengontrol kadar gula darah dan lemak. Selain
itu, dikatakan pula obat ini dapat melenturkan pembuluh darah, memperbaiki sirkulasi
hingga mencegah komplikasi diabetes. Peneliti yang sama juga berhasil membuktikan
efek propolis dalam mengobati diabetes mellitus sama baiknya dengan terapi
tradisional lain, tetapi lebih cepat dalam menurunkan kadar gula darah. Juga propolis
member efek yang baik pada pasien diabetes dengan gangguan radang gusi dan jamur
di mulut.
Madu kaya dengan peptide dan karbohidrat kompleks yang membutuhkan proses
enzimatik agar dapat dibakar sebagai energi. Ini membuat madu menjadi sejenis gula
yang “lambat dibakar” atau memiliki indeks glikemik rendah hingga tidak
memberatkan kerja insulin. Namun, beberapa madu ternyata memiliki indeks
glikemik yang cukup besar sehingga perlu diperhatikan jenis madu apa yang paling
cocok untuk diabetes dan gangguan kolesterol.
Semoga bermanfaat.
Disarikan oleh dr.Abu Hana untuk http://kaahil.wordpress.com
Sumber: Buku Terapi Madu, penulis dr.Adji Suranto,SpA. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta, 2007.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dipersembahkan oleh:
-----Madu Raja Bio Energi-----
Madu Asli Murni Berkhasiat Tinggi
Hubungi: 022-6674846

Tidak ada komentar:

Posting Komentar