Laman

Rabu, 13 Oktober 2010

IKANNYA DI STEMPEL

Kejadian ini ketika  Jayapura dipimpin oleh Bupati Anwar Ilman. Ketika itu para nelayan di Jayapura selain suku asli juga ada yang dari Buton, Makasar dan lainnya. Saat nelayan Buton mencari ikan di laut, selalu dirampas oleh nelayan  asli suku Kayupulo. Alasannya, bahwa ikan-ikan yang ditangkap itu miliknya orang Kayupulo.
Kejadian ini sering menimbulkan masalah sehingga melaporkan kepada Bupati. Padahal sudah sering Bupati mengadakan pertemuan kedua belah pihak orang-orang Kayupulo, terutama para pemimpinnya, tetapi orang-orang Kayupulo tetap menganggap bahwa ikan tersebut adalah miliknya warga Kayupulo.
Saking keselnya, pak Wakil Bupati ketika itu dijabat oleh Pak Karma punya ide untuk menyelesaikan masalah nelayan tadi, terus beliau memanggil pemimpin-pemimpin adat (kepala-kepala suku) untuk berembug perkara tadi.
“Sekarang Bapak-bapak pulang, terus rapat dengan warganya,. Semua ikan miliknya orang Kayupulo harus deberi tanda, kalau bisa dicap/distempel biar nanti kalau ikannya ketangkep nelayan Buton dilepas lagi. Apabila ikan yang ditangkap tak ada tandanya, maka itu kepunyaannya orang Buton. Bapak-bapak tidak boleh merampas ikan tadi! Baiklah saya tunggu jawabannya seminggu lagi”.
Pertemuan selesai dan pemimpin-pemimpin adat kayupulo selanjutnya mengadakan rapat bersama warganya, dimana hasil rapat memutuskan bahwa  warganya tidak bisa memberi tanda  kepada ikan-ikan yang ada dilaut. Kemudian keputusan dilaporkan kembali kepada pak karma. Dengan nada tinggi pak Karma bilang, “Makanya jangan seneng merampas hasil tangkapan ikan orang. Ikan itu berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa buat semua umat”.
Setelah kejadian tadi orang-orang Kayupulo tidak lagi berani merampas hasil tangkapan nelayan Buton…..
Opo tumon, ikan didalam laut kok disuruh nyetempel satu-satu…..(dasar).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar