Laman

Senin, 04 Oktober 2010

PENGALAMAN MAS AJI "NGAMEN DADAKAN"


Sebut saja namanya Mas Aji, mahasiswa Teknik Mesin, asli dari Purwokerto yang kuliah di salah satu perguruan tinggi negri di Solo.
Namanya juga mahasiswa  kost sudah menjadi kebiasaan duitnya cumpen alias cuma pas-pasan. Waktu itu kiriman uang dari Purwokerto telat. Yang akibatnya membuat pusing tujuh keliling, mau utang pinjem teman malu “rikuh pakewuh” ,  lha nggak pernah utang.
Sedang mikir-mikir, “dapat duit dari mana ya?, we lha kok punya ide  ngamen di bus. Biar suaranya pas-pasan sama burung prenjak aja kalah jelek. Dan kebetulan di kamar kost-kostan ada gitar butut, dan lagu campur sari nggak ketang 3-4 lagu sudah hafal syairnya.
Dengan modal nekad, Mas Aji terpaksa ngamen di dalam bus jurusan Solo – Semarang.
Didalam bus Mas Aji nyanyi lagu Bengawan Solo yang saat itu  bus dari Terminal Tirtanadi yang akan berangkat jurusan Semarang. Ternyata hasilnya kok ya lumayan,  biarpun baru sekali ngamen, sudah dapat duit Rp.10.000. Sampai di Terminal Kartasura mas Aji turun. Sambil istirahat beli wedang teh dan rokok 3 batang.
Setelah istirahat Mas Aji naik bus lagi yang kebetulan busnya jurusan dari Purwokerto menuju Solo. Disini Mas Aji menyanyikan sebuah lagu kasmaran. Setelah selesai, Mas Aji ngambil bekas bungkus permen sebagai wadah duit untuk diedarkan kepada penumpang satu demi satu. Yang ketika posisinya Mas Aji meminta duit dari jok belakang terus kedepan.
Sampai didepan, pas belakang kursi Pak Sopir,   penumpang yang duduk berdua adalah Ayah dan Ibunya  Mas Aji sendiri.  Kaget, diam saling pandang nggak mengucapkan sepatah katapun. Lha saat itu Ibunya Ms Aji sudah meneteskan air mata mau menangis  melihat anak lelakinya  ngamen. Sebisa untuk menahan air mata, ahkirnya tetap juga tak bisa menahan tangis, sampai menjadi perhatian para penumpang lainnya.  Untung saja sudah hampir sampai Terminal Tirtanadi, dan pertemuan keluarga yang tak terduga itu langsung pada turun dari bus.
Selanjutnya, Mas Aji menceritakan kehidupannya yang prihatin sampai nekad ngamen segala. Bahwa sebenarnya Ayah dan Ibunya datang ke Solo  sesungguhnya ingin mengantar kiriman uang dan menjenguknya karena sudah kangen. Ya begitulah, gara-gara gak berani pinjem duit  sampai ngamen yang ketemu orang tua sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar