Intip yang saya maksudkan disini bukan “no’ong” ( bhs. Sunda “mengintip”) melainkan adalah panganan dari Kota Solo. Intip adalah kerak dari bagian menanak nasi yang gosong menggunakan kendil yang terbuat dari baja/besi. Dahulu orang jawa sering menanak nasi dengan menggunakan “kendil”, dan keraknya diambil kemudian dijemur sampai kering. Intip setelah digoreng langsung diberi bumbu asin (ditaburi garam) atau manis (gula jawa yang di cairkan).
Intip ini merupakan panganan yang rasanya unik “gosong dan gurih”, banyak orang kalau pulang ke Solo tidak lupa membawa oleh-oleh “intip”. Panganan ini sangat degemari oleh rekan kerja dan handaitolan yang pernah mencicipi panganan ini karena ketagihan.
Karena banyaknya kebutuhan intip dan orang jawa sekarang tidak lagi menanak nasi dengan kendil baja, maka para pebisnis panganan ini mensiasatinya dengan membuat intip buatan / palsu bukan dari menanak nasi tapi sudah dengan inovasi baru, dan rasanya juga tidak kalah dengan inti dari kendil. Intip buatan ini lebih besar dan tebal malah seperti rengginang. Tapi rasanya masih tetap unik, rasa gosong dan gurih.
Bagi pelancong atau pemudik yang melewati Kota Solo jangan lupa mampir di tempat Jajan oleh-oleh di Pasar Jongke. Bagi pelancong yang dari Pasar klewer bisa langsung lurus ke Barat sampai ke Pasar Jongke tempat Jajan (oleh-oleh), menjual aneka panganan khas Solo.
Kalau sudah sampai di situ, bisa sambil melihat-lihat Pusat Batik Laweyan tidak jauh dari tempat jajan Oleh-oleh Pasar Jongke.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar