Dilihat dari perspektif spiritual, hakekat segala apa yang terjadi merupakan refleksi atau pantulan cermin dari Pemimpinnya. Secara singkat dapatlah diurai hakekat dari bencana-bencana yang terjadi di Perusahaan Nusantara ini.
Sudah saatnya bagi kita semua melakukan introspeksi dan bangkit menuju kesadaran bahwa kita sebagai makhluk ciptaan-Nya wajib memiliki rasa rumangsa lan pangrasa (menyadari) bahwa keberadaan di dunia ini sebagai hamba ciptaan Ilahi, yang mengemban tugas untuk selalu mengabdi hanya kepada-Nya.
Siapapun orang yang didaulat untuk memimpin wajib melaksanakan tugas amanah yang diemban, menjadi khalifah pembangun peradaban serta tatanan kehidupan di perusahaan ini, agar kehidupan karyawan, dan keluarga sekitarnya dapat tenteram, sejahtera, damai, aman sentosa, sehingga dapat menjadi wahana mencapai kebahagiaan abadi di alam akhirat kelak.
Kepada para Pemegang amanah adalah Direksi harapannya semoga tetap dalam koridor undang-undang yang berlaku, menjadilah khalifah diBumi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar