WONG CILIK NYAMAN HIDUP DI SOLO
"Nyaman hidup di kota Solo" begitu kata simbah - "Wali Kota nya selalu merakyat, memperhatikan wong cilik yang hidup di Kota Solo".
Pak Djokowi begitu panggilan beliau adalah Wali Kota Solo yang dikenal semenjak ada Mobil ESEMKA, beliau membangun peradaban lebih maju berdasarkan dengan pendekatan kerakyatan. Mengelola pasar tradisionil yang lebih modern tidak meninggalkan kebiasaan budaya yang sudah tumbuh sejak dulu. Membela wong cili, termasuk petani, pengrajin, nelayan dan senimannya. Kampung Batik kembali hidup dengan pola kerakyatan, bukan seperti dulu ada pabrik milik babah - batik di kampug-kampung hilang semenjak itu .
Mengelola Kota Solo yang indah tanpa banyak kehadiran Mall-mall, tidak seperti kota-kota lainnya mall- Mini market saling berdekatan sehingga mematikan pedagang warung kecil dan tradisionil. Jikalau para pemimpin memegaang konsep kerakyatan sudah pati akan selalu didukung dan dikenang oleh rakyatnya.
Benar kata simbah "Wong Cilik nyaman hidup di Kota Solo"
Maraknya aksi kekerasan akibat ketidakadilan terhadap Masyarakat, seperti yang terjadi di Mesuji, Bima, Papua dan beberapa wilayahnya dinilai akibat ketidakadilan di Indonesia. Aadalah akibat dari Pemimpin sebagai yang punya kewenangan berlaku semena-mena terhadap wong cilik.
Aksi kekerasan, anarkis karena ketidak puasan adanya praktek ketidak adilan dari pemimpin yang diberi amanah di Indonesia.
Akibat pilihan politik kebijakan diskriminatif pemerintahan ,
khususnya dalam pendistribusian hak-hak ekonomi, sosial dan politik - Perlu diantisipasi dengan pola kerakyatan.
Simbah sangat apresiasi kepada Wali Kota Solo Bp. Djokowi yang membangun dengan pendekatan budaya dan kerakyatan, semoga akan menjadi contoh kota dan daerah lainnya.
Ayo para seniman Solo bersenandung dengan lagunya " KOTA SOLO"
Simbah rengeng-rengeng nyanyi "Kota Solo"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar